UJI DATA T-TEST INDEPENDENT TERHADAP PRESENTASE RUMAH TANGGA MENURUT PENGGUNAAN AIR MINUM LAYAK DAN TIDAK LAYAK MENURUT KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2015
Latar Belakang
Berdasarkan kesehatan, dalam memilih
penggunaan air minum yang layak dikonsumsi merupakan sumber kebutuhan primer yang
sangat penting bagi manusia, karena hampir seluruh tubuh komponen manusia adalah
air (H2O). Air mengandung flourida yang berfungsi untuk menjaga kesehatan gigi,
natrium berfungsi untuk keseimbangan cairan, kalsium berfungsi untuk kesehatan
tulang, magnesium berperan penting untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah,
kalium untuk mekanisme transfer saraf, silica untuk menjaga kelembapan kulit, zinc berfungsi untuk membantu kerja enzim, dan
unsur (hidrogen dan oksigen ) berperan sebagai metabolisme tubuh antara lain
untuk proses respirasi, peredaran darah, ekskresi, sekresi, defikasi dan
pencernaan. Menurut anatomi, tubuh manusia terdiri dari 80% kadar air, dan
adapun didalam tubuh manusia yang mempunyai kadar air di atas 80% yaitu otak
sebanyak 90% dan darah sebanyak 95%.
Dari kebutuhan tubuhmanusia sangat diperlukan
untuk mengkonsumsi air sebanyak 1-2 liter perharinya, agar terhindar dari
penyakit seperti dehidrasi, menurunnya sistem kekebalan tubuh, pencernaan tidak
lancar, dan lain-lain. Timbulnya berbagai penyakit akibat kurangnya mengkonsumsi
air sesuai rata-rata kebutuhan serta kurangnya perhatian dalam memilih air
minum yang layak dan tidak layak dikonsumsi sesuai syarat fisik, syarat
kimiawi, syarat mikrobiologi, dan syarat radioaktif.
Metode
Jenis
penulisan ini menggunakan uji T-test Independent, yaitu untuk mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata pada kedua variabel yang
berbeda. Skala pengukuran pada t-test Independent
dapat berupa skala parametrik atau skala non-parametrik. Pada data ini, data dianalisis
secara kualitatif untuk membandingkan variabel layak dan tidak layak untuk penggunaan
air minum menurut kabupten/kota di jawa timur pada tahun 2015 dan secara kuantitatif
untuk membandingkan apakah ada perbedaan rata-rata pada uji layak dan tak layak
penggunaan air minum.Syarat yang harus diperhatikan sebelummelakukan uji
T-test, yaitu : data masing-masing berdistribusi normal, kedua sampel bersifat
independen, mengetahui varian dari populasi.Rumus uji t-test independent disesuaikan
dengan karakteristik pada data yang berbeda. Maka uji t varian yang berbeda
menggunakan rumus Separated Varians, yaitu:
Analisis Data
Langkah pengujian data yang pertama yaitu , pengambilan
data presentase rumah tangga menurut penggunaan air minum layak dan tidak layak
berdasarkan kabupaten/kota di jawa timur pada tahun 2015. Pengambilan data di Badan
Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur. Setelah pengambilan data, data diolah dengan
membandingkan kedua populasi yaitu layak sebagai variabel pertama (x1) dan tidak
layak sebagai variabel kedua (x2), serta banyaknya data berupa
(kabupaten / kota) yaitu pacitan sampai kota batu.Membedakan populasi untuk
memudahkan uji perhitungan rata-rata kesaamaan pada kedua variabel tersebut. Kemudian
menghitung total presentase penggunaan air minum yang layak dan tidak layak
secara terpisah dan menghitung rata-rata
untuk menguji apakah ada perbedaanantara rata-rata presentase pada kedua
populasi tersebut dengan uji t-test independent. Untuk mencari derajat bebas
(Degree of freedom) pada hipotesa menggunakan banyaknya data
dikurangi 1 dan untuk menentukan taraf
signifikasi pengujian data menggunakan simbol alpha (a) dengan
ketentuan 0,05. Tingkat signifikasi ini merupakan probabilitas data.Kemudian
mencari standart deviasi pada masing-masing variabel yang telah ditetapkan, perhitungannya
disesuaikan dengan kriteria pada uji t-test. Menghitung uji t-test independent menggunakan
rumus Separated Varians atau yang dikenal dengan uji t untuk variabel yang
berbeda. Kemudian bandingkan nilai t hitung dengan taraf signifikasi pada tabel
sesuai kriteria pengujian yaitu, H0 ditolak apabila nilai signifikan two-tailed
< α (0,05). Setelah itu menggambar kurva t-test untuk mengetahui kesimpulannya,
untuk menentukan hasil H0 ditolak atau
gagal menolak H0 dengan melihat hasil dari
perbandingan nilai t hitung dengan t tabel.
Setelah
menganalisa data tersebut, kemudian hasil analisis diuji dengan menggunakan
uji t-test independent dan dibandingkan
dengan permasalahan yang ada, yaitu apakah ada perbadaan rata-rata layak dan
tidak layak pada penggunaan air minum. Apabaila ada perbedaan rata-rata pada
penggunaan air minum layak dan tidak
layak maka, penggunaan air minum
merupakan salah satu faktor timbulnya penyakit. Begitu pula sebaliknya, apabila
tidak terdapat perbedaan rata-rata pada kedua populasi tersebut maka tidak ada
pengaruh penggunaan air minum yang layak dan tidak layak terhadap faktor
timbulnya penyakit
Pembahasan
Pengambilan data dengan dua populasi berbeda
yaitu layak dan tidak layak dapat membandingkan rata-rata pada dua populasi
yang berbeda. Data ini menggunakan uji t-test independent. Uji ini dapat
dihitung dengan membandingkan kedua rata-rata penggunaan air minum yang layak sama dan signifikan dengan penggunaan
air minum tidak layak menurut kabupaten/kota di jawa timur pada tahun 2015. Pengolahan ujinya sebagai berikut :
- UJI DATA T-TEST INDEPENDENT SECARA MANUAL Contoh pada kasus presentase rumah tangga menurut penggunaan air minum yang layak dan tidak layak berdasarkan kabupaten/kota di Jawa Timur tahun 2015.
Hipotesis H0 : M1 = M2
H1 : M1 ≠ M2 Data analisis menurut,
Tabel 1. Tabel analisis presentase rumah
tangga menurut penggunaan air minum yang
layak dan tidak layak berdasarkan kabupaten/kota di Jawa Timur tahun
2015.
N
|
Kabupaten/Kota
|
Layak/X1
|
Tak Layak/X2
|
Jumlah
| |||||||
1
|
Pacitan
|
60,53
|
39,47
|
100
| |||||||
2
|
Ponorogo
|
75,36
|
24,64
|
100
| |||||||
3
|
Trenggalek
|
51,09
|
48,91
|
100
| |||||||
4
|
Tulungagung
|
74,87
|
25,13
|
100
| |||||||
5
|
Blitar
|
74,4
|
25,6
|
100
| |||||||
6
|
Kediri
|
68,63
|
31,37
|
100
| |||||||
7
|
Malang
|
75,41
|
24,59
|
100
| |||||||
8
|
Lumajang
|
64,89
|
35,11
|
100
| |||||||
9
|
Jember
|
68,96
|
31,04
|
100
| |||||||
10
|
Banyuwangi
|
70,43
|
29,57
|
100
| |||||||
11
|
Bondowoso
|
63,44
|
36,56
|
100
| |||||||
12
|
Situbondo
|
54,94
|
45,06
|
100
| |||||||
13
|
Probolinggo
|
66,96
|
33,04
|
100
| |||||||
14
|
Pasuruan
|
67,46
|
32,54
|
100
| |||||||
15
|
Sidoarjo
|
94,19
|
5,81
|
100
| |||||||
16
|
Mojokerto
|
74,99
|
25,01
|
100
| |||||||
17
|
Jombang
|
77,41
|
22,59
|
100
| |||||||
18
|
Nganjuk
|
72,94
|
27,06
|
100
| |||||||
19
|
Madiun
|
83,64
|
16,36
|
100
| |||||||
20
|
Magetan
|
95,11
|
4,89
|
100
| |||||||
21
|
Ngawi
|
80,65
|
19,35
|
100
| |||||||
22
|
Bojonegoro
|
80,85
|
19,15
|
100
| |||||||
23
|
Tuban
|
83,03
|
16,97
|
100
| |||||||
24
|
Lamongan
|
81,03
|
18,97
|
100
| |||||||
25
|
Gresik
|
90,38
|
9,62
|
100
| |||||||
26
|
Bangkalan
|
63,69
|
36,31
|
100
| |||||||
27
|
Sampang
|
79,08
|
20,92
|
100
| |||||||
28
|
Pamekasan
|
79,72
|
20,28
|
100
| |||||||
29
|
Sumenep
|
75,26
|
24,74
|
100
| |||||||
30
|
Kota Kediri
|
56,48
|
43,52
|
100
| |||||||
31
|
Kota Blitar
|
64,24
|
35,76
|
100
| |||||||
32
|
Kota Malang
|
89,75
|
10,25
|
100
| |||||||
33
|
Kota Probolinggo
|
83,96
|
16,04
|
100
| |||||||
34
|
Kota Pasuruan
|
88,49
|
11,51
|
100
| |||||||
35
|
Kota Mojokerto
|
77,73
|
22,27
|
100
| |||||||
36
|
Kota Madiun
|
95,13
|
4,87
|
100
| |||||||
37
|
Kota Surabaya
|
97,21
|
2,79
|
100
| |||||||
38
|
Kota Batu
|
85,36
|
14,64
|
100
| |||||||
Jumlah
|
2887,69
|
912,31
| |||||||||
Rata-rata
|
75,99184211
|
24,00815789
| |||||||||
n1
= 38
|
df = n
– 1
=
38– 1
=
37
|
n2=
38
|
|
a = 0,05
|
tdf;a = t37;0,05 = 2.026 (for
two tails)
|
S1
= 11,6035083 dan s2= 11,60351
|
|
Membandingkan nilai t-hitung dengan t-tabel
dan kriteria pengujian:
Kesimpulanya yaitu H0 ditolak, maka ada perbedaan rata-rata presentase rumah tangga menurut
penggunaan air minum yang layak sama dan
signifikan dengan penggunaan air minum tidak layak menurut kabupaten/kota di
jawa timur pada tahun 2015 serta adanya faktor-faktor yang berpengaruh
dalam timbulnya penyakit.
- UJI DATA T-TEST INDEPENDENT DENGAN RSTUDIO
·
Rscript
### T test two samples for independent
airlayakminum = c(60.53, 75.36, 51.09, 74.87, 74.4, 68.63,
75.41, 64.89, 68.96, 70.43, 63.44, 54.94, 66.96, 67.46, 94.19,74.99, 77.41,
72.94, 83.64, 95.11,80.65, 80.85, 83.03, 81.03, 90.38,63.69, 79.08, 79.72,
75.26, 56.48,64.24, 89.75, 83.96, 88.49, 77.73,95.13, 97.21, 85.36)
airtaklayakminum = c(39.47, 24.64, 48.91, 25.13, 25.6, 31.37,
24.59, 35.11, 31.04, 29.57,36.56, 45.06, 33.04, 32.54, 5.81, 25.01, 22.59,
27.06, 16.36, 4.89,19.35, 19.15, 16.97, 18.97, 9.62, 36.31, 20.92, 20.28,
24.74, 43.52,35.76, 10.25, 16.04, 11.51, 22.27, 4.87, 2.79, 14.64)
t.test(airlayakminum,airtaklayakminum,alternative="two.sided",
var.equal=FALSE)
·
Console
Welch
Two Sample t-test
data: airlayakminum and airtaklayakminum
t =
19.528, df = 74, p-value < 2.2e-16
alternative
hypothesis: true difference in means is not equal to 0
95
percent confidence interval:
46.67948 57.28789
sample
estimates:
mean of x mean of y
75.99184
24.00816
·
History
### T test two samples for independent
airlayakminum = c(60.53, 75.36, 51.09, 74.87,
74.4, 68.63, 75.41, 64.89, 68.96, 70.43, 63.44, 54.94, 66.96, 67.46,94.19, 74.99,
77.41, 72.94, 83.64, 95.11, 80.65, 80.85, 83.03, 81.03, 90.38,63.69, 79.08, 79.72, 75.26, 56.48, 64.24, 89.75, 83.96, 88.49, 77.73,95.13, 97.21, 85.36)
airtaklayakminum = c(39.47, 24.64, 48.91,
25.13, 25.6, 31.37, 24.59, 35.11, 31.04, 29.57, 36.56, 45.06, 33.04, 32.54,
5.81, 25.01, 22.59, 27.06, 16.36, 4.89, 19.35, 19.15, 16.97, 18.97, 9.62,
36.31, 20.92, 20.28, 24.74, 43.52, 35.76, 10.25, 16.04, 11.51, 22.27, 4.87,
2.79, 14.64)
t.test(airlayakminum,airtaklayakminum,alternative="two.sided",
var.equal=FALSE)
savehistory("D:/riskaaaa.Rhistory")
![]() |
|||

Komentar
Posting Komentar